Nilai Ekologis dan Ekonomi Kawasan Sisen Ekosistem Lamun Kampung Syoribo dan Dafi di Pulau Numfor, Papua

Lisiard Dimara, Popi Ida Laila Ayer

Abstract


Sisen or Sasisen is a tradition of closing the sea by indigenous Biak tribes in Biak Numfor and Raja Ampat. The purpose of this study is: (1) assessing the chemical chemical quality of the waters of the seagrass ecosystem sisen region, (2) reviewing the ecological index of the sisen area of seagrass ecosystems; a) diversity of seagrass species, b) the structure of seagrass fish communities, (3) examine the role of sisen in the management of seagrass ecosystems, and (4) analysis of the economic value of seagrass sisen areas. The research methods used are surveying and data collection through interview techniques (questionnaires and FGD), direct analysis, line transect, quadrat plot and VES. The results of the research obtained are: (1) the chemical chemical quality of the waters of the seagrass ecosystem sisen area in Kampung Syoribo and Dafi, Numfor Island is in good condition and suitable for marine life; (2) the diversity of seagrass species is classified as moderate with a value of H' = 1.44; (3) the structure of the seagrass fish community consists of a) diversity of 2.62, b) density of 14.89 individuals/m2, c) uniformity of 0.81, and d) dominance of 0.02; (3) the role of sisen systems in the management of seagrass ecosystems is: a) excellent understanding of sisen (93%), b) awareness of the benefits of sisen is very good (100%), c) knowledge of the sisen area is very good (100%), d) very good in the application of sisen (97%), e) very good in complying with sisen regulations (90%), and f) participation rates keep the sisen area very good (93%); (4) the economic value of sisen seagrass area for: a) fishing activities IDR 116,192,104, b) Siganus spp fish farming IDR 103,185,055, c) seaweed cultivation IDR 17,152,021, d) beach tourism IDR 13,562,671, and e) snorkeling tourism to IDR 10,356,852. The application of sisen in seagrass ecosystem areas provides excellent ecological and economic benefits.

Key WordsEcology's Value; Economics Value; Sisen Areas; Numfor Island


Full Text:

PDF

References


Azkab, M.H. 2010. Panduan Penelitian untuk Lamun. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI.

Baransano, M.D. dan Indrayani, E. 2019. Keanekaragaman dan asosiasi intra-spesies tumbuhan lamun di perairan Manggari Pulau Numfor. ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 2(2), 42-49.

Baransano, N., Dimara, L. dan Menufandu, H. 2019. Kelimpahan dan keanekaragaman teripang pada daerah sasisen dan non-sasisen di perairan Pulau Numfor. ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 2(1), 8-14.

Bengen, D.G. 2005. Merajut Keterpaduan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Kawasan Timur Indonesia Bagi Pembangunan Kelautan Berkelanjutan. Disajikan pada Seminar Makassar Maritime Meeting, Makassar.

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S.P. dan Sitepu, M.J. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

den Hartog. 1970. The Seagrasses of the World. Amsterdam: North Holland Publishing.

Dimara, W.M. 2013. Distribusi Populasi Ikan Inwer di Perairan Kampung Andei, Pulau Numfor, Kabupaten Biak Numfor. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih. Jayapura.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua. 2011. Potensi KP (On-line). http://dkppapua.wordpress.com/potensi-kp/. Web Blogs DKP Provinsi Papua.

English, S., Wilkinson, C. and Baker, V. 1994. Survey manual for tropical marine resources. Townsville: Australian Institute of Marine Science.

Ghufran, H.K. 2011. Ekosisten Lamun (seagrass): fungsi, potensi dan pengelolaan. Jakarta: Rineka Cipta.

Holle, E. 2005. Sasisen Model Pengelolaan Pantai dan Pesisir secara Partisipatif di Pulau Meos Mangguandi Kepulauan Padaido, Naskah Lokakarya Konservasi Perairan. Diselenggarakan oleh Unit Kerjasama Uncen- Goettingen University pada tanggal 29 Nopember- 3 Desember 2005, Jayapura.

Jesajas, D., Raunsay, E.K., Aisoi, L.E. dan Dimara, L. 2016. Analisis jenis-jenis lamun (seagrass) di perairan Kampung Yendidori Kabupaten Biak Numfor. Novae Guinea Jurnal Biologi, 8(2), 112-130.

Korwa, S. 2004. Kamus Dasar Biak - Indonesia. Yayasan Pengembangan Bahasa Biak.

Kusumawati, R. 2008. Jenis dan Kandungan Kimiawi Lamun dan Potensi Pemanfaatannya di Indonesia. III:134-139. Jakarta: Puslitbang Oseanologi LIPI.

Latul, F. 2011. Keragaman Jenis-Jenis Lamun di Perairan Pulau Auki, Wundi, Nusi, dan Pai di Distrik Padaido Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Skripsi. Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Martha, L.M.G.R., Julyantoro, P.G.S. dan Sari, A.H.W. 2019. Kondisi dan keanekaragaman jenis lamun di perairan Pulau Serangan, Provinsi Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences 5(1), 131-141.

Mnumumes, T.J. 2016. Keanekaragaman dan Asosiasi Inter Spesies Bulu Babi (Echinoidea) dengan Lamun di Perairan Kampung Manggari Pulau Numfor. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih. Jayapura.

Nazir, Moh. 2009. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nontji, A. 2002. Laut Nusantara. Cetakan ketiga. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Padwa, A.A.M. 2019. Pewarisan nilai snap mor pada anak-anak dalam upaya pelestarian lingkungan laut di Kampung Mandori Distrik Bruyodari Pulau Numfor Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Pemberdayaan Masyarakat Papua, 1(1), 23-31.

Romimohtarto, K. dan Juwana, K. 2009. Biologi Laut. Jakarta: Djambatan.

Rumbiak, H. 2004. Komunitas Lamun di Pantai Hamadi Tanjung Kotamadya Jayapura. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Sari, C.S.U., Subhan, B. dan Arafat, D. 2017. Keragaman, kerapatan dan penutupan lamun di Pulau Biak, Papua. Depik, 6(2), 122-127.

Sugiyono, 2012. Metode penelitian kuantitatid, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung: CV. Alfabeta.

Sujarta, P. dan Indrayani, E. 2016. Pengetahuan masyarakat lokal tentang keragaman teripang dan pemanfaatannya di pesisir Tablasupa, Depapre, Kabupaten Jayapura Papua. Jurnal Biologi Papua, 8(2), 62-67.

Supriharyono, 2007. Konservasi ekosistem sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan SDA di WilayahPesisir Tropis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tebaiy, S., Boli, P. dan Ainusi, J. 2020. Potensi lamun di Kampung Aisandami Kabupaten Teluk Wondama dan strategi pengelolaanya. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 4(2), 111-128.

Tebaiy, S. dan Mampioper, D.C. 2018. Kajian Potensi lamun dan pola interaksi pemanfaatan sumberdaya perikanan lamun (studi kasus Kampung Kornasoren dan Yenburwo, Numfor, Papua). Tropical Fisheries Management Journal, 1(1), 59-69.

Widoyoko, SEP. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Jakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.31957/acr.v4i2.1903

Refbacks

  • There are currently no refbacks.