ANALISIS KESESUAIAN LOKASI SERO APUNG DI PERAIRAN TELUK TANAH MERAH KABUPATEN JAYAPURA

Lisiard Dimara, Kalvin Paiki, Eduard Raunsay, Ervina Indrayani, John Domingus Kalor D Kalor

Abstract


Sampai saat ini belum dilakukan analisis kesesuaian lokasi untuk penempatan Sero Apung berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia perairan di Teluk Tanah Merah khusunya dan Perairan Kabupaten Jayapura pada umumnya. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menentukan lokasi penempatan Sero Apung berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia perairan di Teluk Tanah Merah Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pada lokasi-lokasi yang ditentukan secara purposif. Penentuan titik samping dengan bantuan survei lapangan dan wawancara dengan nelayan. Analisis data menggunakan skoring kesesuaian, dilakukan dengan cara menurunkan hasil skoring yang diperoleh kedalam model geo-statistik untuk mendapat model, yang didasari pada transfer data Geodetic/position (Degree, Minute, Second/DMS) sehingga mendapatkan nilai tunggal, dengan formula: Numeric Value (Lat ; Long) = Degree + {Minute + (Second/ 60} / 60. Hasil penelitian yang diperoleh skoring kesesuaian perairan berdasarkan paramater biologi, fisika dan kimia perairan diperoleh nilai rata-rata 85,33% dengan kisaran 66,67 – 100 %. Berdasarkan hasil yang diperoleh memperlihatkan perairan Teluk Tanah Merah berada pada kelas yang sangat sesuai (S1) untuk lokasi penempatan Sero Apung. Sedangkan zona pengembangan lokasi penempatan Sero Apung berada pada koordinat 02'26, 081 LS dan 140'21, 448 BT (titik 6) 02'125, 889 LS dan 140'21, 298 BT (titik 5).

 Kata Kunci : Kesesuaian Perairan, Sero Apung, Teluk Tanah Merah


Full Text:

PDF

References


Akbar, S dan Sudaryanto. (2001). Pembenihan dan Pembesaran Kerapu Bebek. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

APHA. 1998. Standar Method for Examination of Water and Wastewater. 20th ed. New York: American Public Health Association.

Basmi, J. 2000. Planktonologi : Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas. Perairan. Makalah, Fakultas Perikanan Instistut Pertanian Bogor, Bogor.

Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Alabama Agriculture Experimental Station. Auburn University, Auburn.

Effendi H. 2003. Telah Kualitas Air Bagi Pengelola Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. PT Kanisius. Yogyakarta.

Hartoko, A and M. Helmi. 2014. Development of Digital Multilayer Ecological Model for Padang Coastal Water (West Sumatera). Journal of Coastal Development. Vol 7.No 3 hal 129-136.

Hartoko, A. 2000. Pemetaan Dinamis Ekosistem Ikan Pelagis Melalui Teknologi Inderaja di Perairan Laut Indonesia Suatu Studi Kasus Perairan Dalam (Utara Irian Jaya) dan Perairan Dangkal (Kangean). Ringkasan Disertasi untuk Memperoleh Gelar Doktor. Ilmu Pengetahuan Teknik pada Institut Teknologi Bandung.

Hartoko, A. 2009. Pemetaan Dinamis Ekosistem Ikan Pelagis Melalui Teknologi Inderaja di Perairan Laut Indonesia Suatu Studi Kasus Perairan Dalam (Utara Irian Jaya) dan Perairan Dangkal (Kangean). [Ringkasan Disertasi]. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Hutabarat S. Dan Evans. 2012. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Kelompok Konservasi Kampung Tablanusu. 2012. Petunjuk Teknis Pembuatan Sero Apung. Yayasan Pengelolaan Lokal Kawasan Laut (PLKL). Bosnik Papua.[13]

Effendi H. 2003. Telah Kualitas Air. Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius Yogyakarta.

Nasional Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan ke-VI. ISSN: 2339 – 0883.

Nontji, A. 2007. Laut Nusantara. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. LIPI Pres. Jakarta.

Nontji, A. 2008. Plankton Laut. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Lipi Press. Jakarta. ISBN, 978-979-799-085-5.

Paiki K. Hutabarat S. Dan Hartoko A. 2016. Hubungan Antara Kelimpahan Fitoplankton Dan Zooplankton Di Perairan Pesisir Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI. ISBN : 978-602-72784 17. www. fpik. ub. ac. id.

Paiki, K. L. Dimara. 2016. Hubungan Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton di Perairan Pesisir Yapen Timur Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir, Undip.

Patty I. S. 2013. Distribusi Suhu, Salinitas dan Oksigen Terlarut di Perairan Kema, Sulawesi Utara. 1 (3) 12 – 19.

Pemerintah Kampung Tablanusu. 2015. Penuntun Teknis Pembuatan Sero Apung. Buku Seri Panduan Lapangan. Biak Papua. ISBN; 978-602-362-015-9.

Sudjiharno., M. Meiyana., dan S. Akbar. 2001. Pemanfaatan Teknologi Rumput Laut dalam Rangka Intensifikasi Pembudidayaan. Bulleti Budidaya Laut. DKP. Balai Budidaya Laut, Lampung.

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta. Bandung. ISBN, 979-8433-64-70.

Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumberdaya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakart.

Wibowo, E. K. 2003. Karakter Bio-Fisik-Kimia Sebagai Pendukung Produktivitas Primer Sedimen Hutan Mangrove Di Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang. Tesis, Program Pasca Sarjana, Universitas Diponegoro, Semarang.




DOI: https://doi.org/10.31957/.v1i1.504

Refbacks

  • There are currently no refbacks.