Hubungan Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton di Teluk Tanah Merah Distrik Depapre Kabupaten Jayapura

Kalvin Paiki, Lisiard Dimara, Ervina Indrayani, Vera Kostansie Mandey, Tien Nova Yenusi

Abstract


Plankton merupakan organisme akuatik yang berperan sebagai dasar dalam rantai makanan dan berperan penting pada ekosistem perairan. Kajian penelitian plankton di perairan Teluk Tanah Merah belum banyak dilakukan sehingga penting untuk dilakukan. penelitian mengeanalisis Kelimpahan Plankton dan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Teluk Tanah Merah Kabupaten Jayapura perlu untuk dilakukan. Penelitian menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel dilakukan pada 9 titik yang di kelompokan kedalam 3 stasiun pengamatan. Analisis data penelitian menggunakan Regresi linier sederhana, APHA dan Shannon – Wiener. Hasil penelitian ditemukan fitoplankton terdiri dari 4 kelas yaitu Bacillariphyceae, Desmidiaceae, Clorophyceae, Cyanophyceae dan 56 genus. Zooplankton terdiri dari 3 kelas yaitu Crustaceae, Ciliatea, Monogononta dan 39 genus. Total kelimpahan fitoplankton 1.149,95 ind/m3, dan zooplankton 1.149,95 ind/m3. Hasil analisis koefisien korelasi diperoleh nilai Sig hitung 0.002 < 0.05 maka dikatakan bahwa terdapat hubungan antara fitoplankton dan zooplankton.

Kata Kunci: Kelimpahan; Keanekaragaman;Plankton; Teluk Tanah Merah


Full Text:

PDF

References


APHA (American Public Health Association). 1998. Standar Method for Examination of Water and Wastewater. 20th ed. New York: American Public Health Association.

Awwaludin, Suwarso, dan Setiawan, R. 2005. Distribusi kelimpahan dan struktur komunitas plankton pada musim timur di perairan Teluk Tomini. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11(6), 33-56.

Chodrijah, U., dan Setyadji, B. 2017. Hubungan antara kelimpahan plankton dengan hasil tangkapan ikan tuna madidihang (Thunnus albacares) di Perairan Kepulauan Banda, Ambon. Depik, Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 6(2), 154-166.

Dagg, M.J., Jackson, G.A., and Checkley Jr, D.M. 2014. The distribution and vertical flux of fecal pellets from large zooplankton in Monterey bay and coastal California. Deep Sea Research Part I: Oceanographic Research Paper, 94, 72-86.

Hartoko, A. 2017. Vertical temperature, the fate of up welling and spatial distribution of fish biomass of North Papua Waters. Journal of Coastal Development, 10(3), 181-188.

Isnaini, H., Surbakti, dan Aryawati, R. 2014. Komposisi dan kelimpahan fitoplankton di perairan sekitar Pulau Maspari. Jurnal Maspari, 6(1), 9-45.

Luthfia. 2013. Keanekaragaman zooplankton di perairan sungai Pulau Telo Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Wahana-Bio, 10,12-21.

Muchlisin, Z.A. 2001. Kelimpahan dan keanekaragaman plankton sebagai indikator biologis kerusakan dan pencemaran Sungai Sarah di Kecamatan Lhoknga-Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah MIPA, 3(2), 7-14.

Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. (Diterjemakan oleh M. Eidman, Koesoebiono, D.G. Bangen, M. Hutamo dan S. Sukarjo). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Paiki, K., dan Kalor, J.D. 2017. Distribusi nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton di perairan pesisir Yapen Timur. Journal of Fisheries and Marine Science, 1(2): 65-71.

Paiki, K., Kalor, J.D., Indrayani, E., dan Dimara, L. 2018. Distribusi kelimpahan dan keanekaragaman zooplankton di perairan pesisir Yapen Timur, Papua. Maspari Journal, 10(2), 199-205.

Romimohtarto, K., dan Juwana, D.S. 2004. Biota Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Jakarta: Djambatan.

Sujarta, P. 2012. Keanekeragaman diatom (Divisi: Chrysophyta, Kleas Bacillariophyceae) di Teluk Arguni, Kaimana, Papua. Jurnal Sains, 5(2), 50-53.

Wulandari, D. 2009. Keterkaitan Antara Kelimpahan Fitoplankton dengan Parameter Fisika Kimia di Estuari Sungai Brantas (Porong), Jawa Timur. Bogor: Institut Pertanian Bogor.




DOI: https://doi.org/10.31957/acr.v1i2.931

Refbacks

  • There are currently no refbacks.