Keterkaitan Antara Konsentrasi Ekstrak Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium) dan Mortalnya Larva Culex sp.: Pendekatan Regresi Linier Sederhana
Abstract
Culex sp. tergolong sebagai serangga pembawa penyakit yang upaya pengendaliannya membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berdaya guna, namun juga bersahabat dengan lingkungan. Berangkat dari hal tersebut, kajian ini dirancang dengan maksud menelaah keterkaitan antara dosis ekstrak daun mangkokan (Nothopanax scutellarium) dengan persentase mortalitas jentik Culex sp. dengan memanfaatkan pendekatan analisis regresi linier sederhana. Pelaksanaan studi dilakukan secara sistematis melalui penggunaan data sekunder yang bersumber dari penelitian-penelitian sebelumnya.Pengolahan data ditempuh melalui bantuan perangkat lunak SPSS, yang sebelumnya didahului oleh serangkaian pengujian, meliputi uji asumsi regresi, uji F, uji t, hingga penghitungan koefisien determinasi (R²). Temuan yang diperoleh memperlihatkan bahwa model regresi yang dibangun telah lolos terhadap prasyarat normalitas maupun independensi. Persamaan regresi yang berhasil disusun yakni Y = -5,667 + 38,000X. Selanjutnya, hasil pengujian F dan t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05), yang menyiratkan bahwa takaran ekstrak memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kematian jentikDi samping itu, perolehan nilai R² sebesar 0,926 menggambarkan bahwa sebanyak 92,6% keragaman tingkat kematian jentik mampu dijelaskan melalui konsentrasi ekstrak yang digunakan. Bertumpu pada keseluruhan temuan tersebut, ekstrak daun mangkokan menyimpan prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi insektisida hayati yang efektif.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yurliana Tangsi , Novalina Putri Istiqomah, Diana M Abulais, Caecilia Bintang Girik Allo, Alowisya Futwenbun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
