Pendampingan Pemetaan Kurikulum IPA Berbasis Etnosains Sagu bagi Guru SD Perbatasan RI–PNG
DOI:
https://doi.org/10.31957/jabdimascenderawasih.v4i1.6007Abstract
Pembelajaran IPA di sekolah dasar kawasan perbatasan sering bertumpu pada buku teks umum sehingga kurang terhubung dengan pengalaman ekologis, budaya, dan kebahasaan siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi guru SD Negeri Mosso, Kampung Mosso, perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini, dalam memetakan materi IPA/IPAS yang dapat diintegrasikan dengan konteks sagu dan hutan sagu sebagai fondasi pengembangan bahan ajar responsif budaya dan berbasis translanguaging. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok terfokus bersama kepala sekolah, guru, tokoh adat, dan masyarakat, dilanjutkan dengan pendampingan analisis kurikulum berbasis ko-desain serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan berupa pemetaan 17 materi IPA/IPAS Fase A–C yang dipadankan dengan konteks sagu dan contoh pertanyaan pembelajaran, mencakup makhluk hidup, tumbuhan, pertumbuhan, habitat, sumber daya alam, pelestarian lingkungan, perubahan materi, gaya, energi, ekosistem, adaptasi, dan pemisahan campuran. Tiga dari delapan target program telah tercapai; modul, LKPD, glosarium, dan language scaffolding masih dalam proses, sedangkan implementasi kelas dan evaluasi literasi sains belum dilaksanakan. Pemetaan ini menunjukkan bahwa sagu dapat berfungsi sebagai konteks lintas materi dan menjadi dasar penyusunan modul serta uji coba terbimbing pada tahap berikutnya.
Downloads
References
Ali, A., Kadir, A., & Ristiani, R. (2025). Teacher readiness instrument for culturally responsive teaching (CRT) in Papua border schools: Construct validity, reliability, and measurement invariance. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(11), 1116–1129. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i11.13029
Charamba, E. (2023). Translanguaging as bona fide practice in a multilingual South African science classroom. International Review of Education, 69(1–2), 31–50. https://doi.org/10.1007/s11159-023-09990-0
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hugo, W. (2020). The codification of native Papuan languages in the West Papua Province: Identification and classification of native Papuan languages. Journal of Arts and Humanities, 9(10), 40–48. https://doi.org/10.18533/jah.v9i10.1990
Lee, O., Grapin, S. E., & Haas, A. (2023). Teacher professional development programs integrating science and language with multilingual learners: A conceptual framework. Science Education. Advance online publication. https://doi.org/10.1002/sce.21807
Moll, L. C., Amanti, C., Neff, D., & Gonzalez, N. (1992). Funds of knowledge for teaching: Using a qualitative approach to connect homes and classrooms. Theory Into Practice, 31(2), 132–141. https://doi.org/10.1080/00405849209543534
National Research Council. (2012). A framework for K–12 science education: Practices, crosscutting concepts, and core ideas. The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/13165
OECD. (2019). PISA 2018 assessment and analytical framework. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b25efab8-en
Sawaki, Y. (2019). Meneropong tipologi bahasa-bahasa di Papua: Suatu tinjauan singkat. Linguistik Indonesia, 36(2), 129–143.
Zheng, H., Pacheco, M. B., & Brown, J. C. (2024). Enhancing multilingual participation in science practices through language scaffolding. Language and Education. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/09500782.2024.2430499




