PENERAPAN BUDAYA LITERASI MEMBACA MELALUI CERITA RAKYAT PAPUA DI POJOK BACA SD YPPK ST. PAULUS TUP SOBA KABUPATEN MAPPI
Abstract
Abstract: This study aims to describe the implementation of a reading literacy culture through Papuan folklore in the Reading Corner of SD YPPK St. Paulus Tup Soba, Obaa District, Mappi Regency, South Papua. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with the principal, teachers, students, parents, and school supervisor, supported by observation and document review. The findings show that Papuan folklore was utilized through the planning of contextual reading materials and the presentation of stories through independent reading, shared reading, storytelling, and competitions. The program encouraged students’ reading interest, as reflected in their enthusiasm for reading, ability to retell the content of stories, and participation in literacy activities both at school and at home. Supporting factors included the principal’s leadership, teacher creativity, parental support, and the cultural relevance of the reading materials. The main constraints were the limited availability of South Papuan folklore books and insufficient funding. These findings highlight the importance of local culture-based literacy for elementary schools in remote areas.
Keywords: reading literacy, Papuan folklore, reading corner, elementary school, South Papua
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi budaya literasi membaca melalui cerita rakyat Papua pada Pojok Baca SD YPPK St. Paulus Tup Soba, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pengawas sekolah, dilengkapi observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan cerita rakyat Papua dilakukan melalui perencanaan bahan bacaan kontekstual, penyajian cerita secara membaca mandiri, membaca bersama, mendongeng, dan lomba. Program ini mendorong peningkatan minat baca siswa yang tampak dari antusiasme membaca, kemampuan menceritakan kembali isi bacaan, dan keterlibatan dalam aktivitas literasi di sekolah maupun rumah. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kreativitas guru, dukungan orang tua, dan kedekatan budaya materi bacaan. Kendala utama ialah terbatasnya buku cerita rakyat Papua Selatan dan pendanaan. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi berbasis budaya lokal bagi sekolah dasar di daerah terpencil.
Kata kunci: literasi membaca, cerita rakyat Papua, pojok baca, sekolah dasar, Papua Selatan
Downloads
References
Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H. (2017). Pembelajaran Literasi di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Adriyanti, N., Arifin, Z., & Mulyadi, M. (2019). Pemanfaatan cerita rakyat dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(3), 289-303.
Anderson, R. C. (2010). Becoming a Nation of Readers: The Report of the Commission on Reading. National Institute of Education.
Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Danandjaja, J. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi dalam Kebudayaan. Yogyakarta: Ombak.
Frederikus Antonius Mana, dkk. (2025). Penggunaan cerita rakyat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar Papua, 3(1), 45-58.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbud.
Kemdikbud. (2020). Integrasi Cerita Rakyat dalam Kurikulum Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kern, R. (2000). Literacy and Language Teaching. Oxford: Oxford University Press.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhyidin, A. (2018). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kemendikbud.
Nang Suarni, dkk. (2019). Literasi membaca melalui cerita rakyat dalam menumbuhkan karakter positif siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 101-114.
National Literacy Forum. (2014). Building Literacy Through Community and School Collaboration. International Literacy Reports.
Nurgiyantoro, B. (2012). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
OECD. (2019). PISA 2018 Results (Volume I): What Students Know and Can Do. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/5f07c754-en
Purwanto. (2018). Strategi peningkatan minat baca siswa di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 112-120.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tilaar, H. A. R. (2004). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.
UNESCO. (2017). Global Report on Adult Learning and Education: Literacy as Freedom. Paris: UNESCO Publishing.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Yin, R. K. (2019). Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kornelia Konngerem

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

