ANALISIS PENGGUNAAN BUAH PINANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA NILAI TEMPAT BILANGAN KELAS III SEKOLAH DASAR
Abstract
Abstract: This study aims to analyze the use of areca nuts as a local-potential-based learning medium for teaching place value concepts to third-grade students at SD Negeri Inpres 02 Bumiraya, Nabire Regency, Central Papua. A descriptive qualitative approach utilizing a case study design was employed. Data were gathered through classroom observations, interviews, documentation, student worksheets, and student response questionnaires. The findings indicate that areca nuts effectively assisted the teacher in transforming abstract concepts of units, tens, and hundreds into concrete, manipulable representations that students could touch, count, group, and comprehend. Specifically, a single areca nut represented a unit, ten nuts were grouped as a ten, and ten groups of tens formed a hundred. Student responses were highly positive, as the integration of this medium rendered the lesson more engaging, easier to comprehend, and collaborative. Furthermore, the medium enhanced student attention, active participation, and cultural relevance, though it demanded meticulous classroom management, an adequate supply of materials, and thorough hygienic preparation. This study concludes that areca nuts serve as a viable, effective, contextual, low-cost, and meaningful mathematics learning medium for elementary schools in resource-constrained areas.
Keywords: Areca Nut Media; Place Value; Local Potential; Contextual Learning; Elementary Mathematics.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan buah pinang sebagai media pembelajaran berbasis potensi lokal pada materi nilai tempat bilangan peserta didik kelas III SD Negeri Inpres 02 Bumiraya, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara, dokumentasi, lembar kerja, serta angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah pinang membantu guru mengubah konsep satuan, puluhan, dan ratusan yang bersifat abstrak menjadi representasi konkret yang dapat disentuh, dihitung, dikelompokkan, dan dimaknai oleh peserta didik. Satu buah pinang digunakan sebagai satuan, sepuluh buah pinang sebagai puluhan, dan sepuluh kelompok puluhan sebagai ratusan. Respons peserta didik sangat positif karena pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mendorong kerja sama. Media ini juga meningkatkan perhatian, partisipasi, dan relevansi budaya, meskipun membutuhkan pengelolaan kelas, kecukupan jumlah media, serta persiapan kebersihan yang baik. Penelitan ini menegaskan bahwa buah pinang layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika yang efektif, kontekstual, murah, dan bermakna bagi sekolah dasar di daerah yang memiliki keterbatasan sarana.
Kata kunci: Media Buah Pinang; Nilai Tempat Bilangan; Potensi Lokal; Pembelajaran Kontekstual; Matematika SD
Downloads
References
Anggraini. (2025). Pemanfaatan media konkret dalam pembelajaran matematika sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 45-56.
Aprilliani, D. (2020). Integrasi budaya lokal Papua dalam pembelajaran kimia untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 8(2), 110-121.
Astutik, S. (2018). Pembelajaran matematika yang bermakna di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 1-10.
Erna. (2023). Penggunaan kantong stik berhitung untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 23-31.
Fakdawer, R., Boari, Y., & Walilo, A. (2023). Makna budaya buah pinang dalam kehidupan masyarakat Papua. Jurnal Antropologi Papua, 8(2), 67-78.
Hidayati, N. (2020). Tahap perkembangan kognitif Piaget dan implikasinya dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 6(2), 89-98.
Hudzaifah, R., dkk. (2023). Penggunaan media komik untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada pembelajaran matematika SD. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 34-42.
Inu, Y., Meka, S., & Ngura, E. (2023). Media pohon angka sebagai sarana peningkatan pemahaman konsep bilangan pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 55-63.
Jarmita, N. (2015). Kesulitan belajar matematika pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 12-19.
Magta, M., Shirley, S., & Wahyuni, T. (2023). Penerapan media pohon hitung dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 49-60.
Mardhiyah, R., dkk. (2021). Tantangan pembelajaran di daerah 3T dan alternatif solusi berbasis sumber daya lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan Publik, 14(2), 201-215.
Nurasiah, dkk. (2022). Pembelajaran berpusat pada guru dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Ainara Journal of Education, 3(2), 88-97.
Putra, A., dkk. (2023). Lingkungan belajar kondusif dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Tadribuna, 5(1), 40-52.
Rahmawati, I., dkk. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 11(1), 77-88.
Yusuf, M., & Syarifuddin. (2022). Pengembangan media game edukatif "Laciku" untuk pembelajaran matematika sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(2), 101-110.
Zulkardi. (2025). Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI): Konsep dan implementasi dalam pembelajaran kontekstual. Jurnal Pendidikan Matematika Realistik, 4(1), 1-12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aji Agung Rianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

