Analisis Potensi Sektoral Pertanian dalam Perekonomian Provinsi Papua Tahun 2000-2014
DOI:
https://doi.org/10.56076/jkesp.v10i3.5402Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pertumbuhan sektoral pertanian di Provinsi Papua. Metode analisis yang digunakan untuk melihat potensi sektoral menggunakan Overlay (Location Question (LQ), Shift Share (SSH), Model Rasio Pertumbuhan (MRP)), dan alat yang digunakan untuk melihat pola pertumbuhan sektoral menggunakan Rasio Pertumbuhan dan Tipologi Klassen Sektoral. Dalam penelitian ini data-data yang digunakan adalah data time series 2000 – 2013 yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Harga Konstan Tanpa Tambang Nasional dan Provinsi Papua, baik pertumbuhan, kontribusi, pendapatan perkapita dan data jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian di Provinsi Papua adalah Rata-rata laju pertumbuhan sektor pertanian (4,57 %), Hanya terdapat satu sub sektor dari sektor pertanian yang dapat dikatakan sebagai sektor basis dalam jangka waktu 2000-2013 yaitu sub sektor tanaman perkebunan. Adapun hampir seluruh sektor pertanian Provinsi Papua masuk dalam kategori highly potencial potencial yang diindikasikan mempunyai daya saing yang tinggi (DS positip), namun tumbuh lambat dibandingkan nasional (PS negative). Hampir seluruh sektor pertanian masuk dalam klasifikasi III yakni sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan. Dari hasi analisis overlay hanya terdapat satu sub sektor yang dapat dikategorikan sebagai sektor unggulan yaitu tanaman perkebunan.
Kata Kunci : Pertumbuhan Sektoral Pertanian, Pola Pertumbuhan, Sektor Basis Ekonomi, Shift Share, Model Rasio Pertumbuhan, Typologi Klassen dan Overlay
Downloads
References
Arsyad, Lincolin,1995, Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Yogyakarta:BPFE
Bappeda Provinsi Papua, 2013. Profil Potensi Ekonomi di Provinsi Papua. Bagian Penerbit : Bappeda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua (BPS), 2015. Papua Dalam Angka 2000 – 2014. Bagian Penerbit : BPS
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua (BPS), 2015. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Papua 2000 – 2014. Bagian Penerbit : BPS
BPS RI, 2016. Statistik Indonesia 2015. Bagian Penerbit : BPS
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua (BPS), 2016. Statistik Daerah Provinsi Papua, 2015. Bagian Penerbit : BPS
BPS RI. 2010. Survei Sosial Ekonomi Nasional . Badan Pusat Statistik, Jakarta. 2012. Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua (BPS), 2013. Sensus Pertanian Tahun 2013. Bagian Penerbit : BPS
Demmatadju, Rezki K. 2013. Ananlisis Komoditas Unggulan Regional Sektor Pertanian Di Sulawesi Selatan Tahun 2000 – 2009. Skripsi
Glasson, John, 1990, Pengantar Perencanaan Regional, terjemahan Paul Sitohang, Jakarta: LPFE UI
Imron, M.A. 2006. Peran Institusi Lokal Dalam Pembangunan Desa. Jurnal Ilmiah Administrasi, 6(1): 20-28.
Jogiyanto. 2006. Sistem Informasi Strategik Untuk Keunggulan. Kompetitif. Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih. 2014. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Makalah, Proposal, dan Skripsi). Jayapura.
Kuncoro,Mudrajad dan Aswandi Hs,2002. Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan: Studi Empiris di Kalimantan Selatan 1993-1999, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia,Vol. 16, No.1.
Kuncoro, Mudrajad, 2010. Masalah, Kebijakan, Politik, Ekonomika Pembangunan, PT Gelora Aksara Pratama. Erlangga
Mardi, Y.H. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Makalah Seminar Sehari di Bappenas. Bappenas, Jakarta.
Oki N. Restika, 2013.Pemetaan Sub-sub Sektor Pertanian Dalam Angka Pengembangan Perekonomian Daerah Kabupaten Wonosobo. Skripsi.
Prishardoyo, Bambang. 2008. Analisis Tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Potensi Terhadap Produk Domesti Regional Bruto (PDRB), Tesis.
Qosjim, Achmad. 2011. Analisis Pertumbuhan Dan Pengembangan Sektor Potensial Di Kabupaten Jember. Jurnal. (id.scribd.com/doc/90126094)
Richardson, Harry. 1973. Dasar-Dasar Ekonomi Regional. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI
Rengkuti, F. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sitohang, Herlan Supangkat. 2007. Analisis Penentuan Sektor Prioritas Dalam Peningkatan Pembangunan Daerah Kabupaten Asahan Dengan Menggunanakan Pendekatan Sektor Pembentuk PDRB. Tesis.(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/4669/1/D0200461.pdf)
Tadjoeddin, M.Z., W. I. Suharyo, S. Mishra. 2001. Aspirasi Terhadap Ketidak- merataan: Disparitas Regional dan Konflik Vertikal Di Indonesia. Working Paper: 01/01-1. United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR), Jakarta.
Tarigan, R. 2004. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. PT.Bumi Aksara, Jakarta.
Todaro, Michael P. 2003. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi Ke Delapan. Erlangga, Jakarta.
Yasa, Ni Komang Erawati I. N. M. 2011. Analisis Pola Pertumbuhan Ekonomi Dan Sektor Potensial Kabupaten Klungkung. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia. Jurnal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










