Pengembangan Sektor Pariwisata Sentani: Penilaian Strategis SWOT Objek Wisata Bukit Bhulem Mokho dan Bhanjibey

Authors

  • Boy Piter Nizu Kekri Universitas Cenderawasih
  • Fabiola Valensia Mende Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.56076/jkesp.v12i1.5482

Abstract

The purpose of this study is: 1) To determine the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the development of Bhulem Mokho and Bhanjibey Hill tourism, 2) To develop an effective development strategy to maximize the tourism potential of Bhulem Mokho and Bhanjibey Hill, 3) To see the activeness of the local community in the development of the two hills. This study uses qualitative data obtained through direct interaction with the research object. The analysis method used in this study is SWOT data analysis, namely Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats. The results of the study show that: 1) The SWOT Cartesian quadrant of the Bhulem Mokho Hill Tourism Object in Ifar Besar Village, in Quadrant 1 shows an aggressive growth strategy pattern, the strategy implemented in quadrant 1 is to support an aggressive growth policy, through the development of the Bhulem Mokho Hill Tourism Object which is profitable, has strengths and opportunities. 2) The SWOT analysis of the Bhanjibey Hill tourist attraction in Hobong Village, in Quadrant II, shows a strategic pattern indicating a diversification policy. The strategy implemented in Quadrant II is to support diversification policies, the development of the Bhanjibey Hill tourist attraction, indicating a situation where the Bhanjibey Hill tourist attraction has internal weaknesses, but there are external opportunities that can be utilized to overcome these weaknesses. 3) The local communities of Ifar Besar and Hobong villages have implemented the development of the Bhulem Mokho and Bhanjibey Hill tourist attractions related to several development aspects according to the local economy and Creative Economy Development Regulation No. 24/2022 of 2022, including: location, workforce, security, and social capital. Although still minimal, the commitment and initiative of the local community, community leaders, land rights owners, and village government officials have become the seeds for the realization of the Bhulem Mokho and Bhanjibey Hill tourist attraction.

 

Keywords: Tourism Sector, Assessment, Strategic SWOT

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmara, A. (2020). Analisis Pengembangan Fasilitas dan Aksesibilitas Pariwisata pada Objek Wisata. Jurnal Pariwisata Indonesia, 5(3), 217-229.

Assem, N. E., & Purcahyono, J. (2024). Pengembangan Objek Wisata Situs Megalitik Tutari, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura Development of the Tutari Megalithic Site Tourist Attraction, Waibu District, Jayapura Regency. Upscales Journal. 01(01), 1–11.

Badan Pusat Statistik. (2025). Kabupaten Jayapura Dalam Angka 2025. Jayapura: BPS Kabupaten Jayapura

Blakely, E. J., & Bradshaw, T. K. (2002). Planning Local Economic Development.

California: SAGE Publications.

Da Costa, M. F. (2023). Strategi Pengembangan Festival Danau Sentani Dalam Mewujudkan Kabupaten Jayapura Menjadi Daerah Tujuan Wisata.

Fakdawer, N. S., dkk. (2023). Strategi Pengembangan Objek Wisata Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan (Studi pada Objek Wisata Danau Love di Sentani Timur). Realism: Law Review, 1, 56–78.

Fanggidae, A. H. J., & Neno, M. S. (2023). Model dan Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Obyek Wisata Pantai di Kabupaten Flores Timur. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 5(8), 3432–3439.

Haeruman, H. J. S. (2001). Kemitraan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal. Jakarta: Business Innovation Center of Indonesia.

Hasan, B. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Izzati, F. N., & Amaliyah, F. (2020). Analisis Pemetaan Industri Kreatif Sektor Kerajinan.

Jefri, U., & Ibrohim, I. (2021). Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berbasis Ekonomi Kreatif di Kecamatan Puloampel Kabupaten Serang Banten. Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo, 7(1), 86.

Jurnal Riset Terapan Akuntansi, 4(2), 175–181.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2024). Panduan Potensi Pembangunan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Kemeparekraf.

Kogoya, E., Musfira, M., Purcahyono, J., & Pearlyn, M. P. (2022). Pengembangan Kawasan Wisata Di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Jurnal MEDIAN Arsitektur Dan Planologi, 12(2), 95–104.

Mangiri, D., Siregar, H., & Rustiadi, E. (2020). Dampak Ekonomi dan Strategi Pengembangan Wisata Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. Journal of Regional and Rural Development Planning, 4(1), 31–42.

Natalia, E., Ramandei, L., & Sudiro. (2025). Analisis Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Kampung Soaib Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah, 3(1), 188-199.

Ngabalin, T., Habibie, A. F., & Darmawan, E. (2023). Strategi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Dalam Mendukung Kebijakan Pariwisata Di Kota Tanjungpinang. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN), 11(01), 13–21.

Niode, I. Y., & Rahman, E. (2022). Desain Pengembangan Potensi UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Bahari dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah (Studi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo). Jurnal Ketahanan Nasional, 28(3), 277–296.

Pancawati, N.P.A., & Widaswara, R.Y. (2023). Pengembangan Ekonomi Kreatif Dalam Meningkatkan Potensi Pariwisata. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 3(1), 166– 178.

Rahmawati, T. S., & Sulistiyono, A. (2022). Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Daerah Wisata. Jurnal Pariwisata dan Pengembangan Daerah.

Rangkuti, F. (2013). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Simatupang, T. M. (2008). Industri Kreatif Indonesia. Bandung: Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.

Supriyadi, R. (2007). Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Ekonomi Lokal. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 45-60.

Wawuru, J. W., & Aryaningtyas, A. T. (2024). Pemberdayaan Masyarakat melalui Keterampilan Lokal dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Kampung Pelangi Semarang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(2), 1125.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-04-23

How to Cite

Kekri, B. P. N., & Mende, F. V. (2026). Pengembangan Sektor Pariwisata Sentani: Penilaian Strategis SWOT Objek Wisata Bukit Bhulem Mokho dan Bhanjibey. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 12(1). https://doi.org/10.56076/jkesp.v12i1.5482

Issue

Section

Articles