Pemanfaatan Minyak Pandemor Oleh Suku Byak di Meosbefondi Kabupaten Supiori

Authors

  • Diana Imbab Mahasiswa Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih, Provinsi Papua
  • Leonardo E. Aisoi Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih, Provinsi Papua
  • David R. Jesajas Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih, Provinsi Papua

Abstract

Pengobatan tradisional telah lama menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas yang memiliki kedekatan dengan kekayaan hayati lokal. Suku Byak di Meosbefondi merupakan salah satu kelompok etnis yang mempertahankan pengetahuan pengobatan turun-temurun melalui penggunaan minyak pandemor, yaitu minyak herbal yang diproses secara tradisional dan dipercaya bermanfaat untuk berbagai keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengolahan minyak pandemor serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian dilakukan pada Desember 2023–Januari 2024 menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik etnobotani yang masih dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua metode utama dalam pembuatan minyak pandemor, yaitu (1) daun pandemor dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum dicampur dengan minyak kelapa, dan (2) daun pandemor langsung dicampur dengan minyak kelapa tanpa proses pengeringan. Minyak yang dihasilkan digunakan sebagai obat tradisional untuk patah tulang, keseleo, pegal-pegal, luka bakar ringan, gigitan serangga, bisul, cacar air, serta sebagai penyubur rambut. Temuan ini menegaskan bahwa minyak pandemor memiliki nilai penting dalam praktik kesehatan tradisional suku Byak, sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan lokal tersebut masih dilestarikan dan dimanfaatkan hingga saat ini.

Kata Kunci : Minyak pandemor, Pengobatan tradisional, Suku Byak, Etnobotani, Papua

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-03-21