Pengaruh Keterlibatan Siswa melalui Cooperative Learning Together terhadap Hasil Belajar Reaksi Kimia dan Penyetaraan Reaksi
Kata Kunci:
keterlibatan siswa, Cooperative Learning Together, hasil belajar, reaksi kimia, penyetaraan reaksiAbstrak
Keterlibatan siswa merupakan faktor penting dalam pembelajaran kimia karena berperan dalam meningkatkan aktivitas belajar, motivasi, dan pemahaman konsep. Namun, pembelajaran kimia pada materi reaksi kimia dan penyetaraan reaksi masih menunjukkan tingkat keterlibatan siswa yang belum optimal akibat pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterlibatan siswa serta hubungan dan pengaruh keterlibatan siswa terhadap hasil belajar setelah diterapkannya model Cooperative Learning Together. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas X-B SMA Negeri 7 Jayapura Tahun Ajaran 2025/2026. Data keterlibatan siswa dikumpulkan melalui angket yang mencakup aspek perilaku, emosional, dan kognitif, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui tes akhir (posttest). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase keterlibatan perilaku sebesar 76,51%, emosional sebesar 67,37%, dan kognitif sebesar 64,31%. Hasil belajar siswa juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 65,91%. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan siswa dan hasil belajar (r = 0,511; p < 0,05), sedangkan analisis regresi menunjukkan bahwa keterlibatan siswa memberikan kontribusi sebesar 26,12% terhadap variasi hasil belajar. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning Together berpengaruh positif terhadap keterlibatan siswa dan hasil belajar kimia.
Unduhan
Referensi
Binanga Nasution; dkk. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian Bidang Pendidikan (Yayan Agusdi, Ed.; 1st ed.). PT. Sonpedia Publishing Indonesia. www.buku.sonpedia.com
Erdani, Y., Hakim, L., & Lia, L. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa di SMP Negeri 35 Palembang. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 6(1), 45–52.
freaman et al. (2014). BELAJAR DAN PEMBELAJARAN.
Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). Keterlibatan di Sekolah: Potensi Konsep dan Keadaan Bukti. 74(1), 59–109.
Indonesia, P. (2006). Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
Kurikulum, P., Depdiknas, B., & No, J. (2006). Pengembangan model pendidikan kecakapan hidup. Jakarta Pusat.
Kurnia, M. R. A., Haryanto, H., Sanova, A., & Dewi, C. A. (2022). Studi respon siswa terhadap pengembangan multimedia interaktif berbasis chemo-entrepreneurship berbentuk aplikasi android. Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 10(1), 10–20.
Lathifa, N. N., Anisa, K., Handayani, S., & Gusmaneli, G. (2024). Strategi pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa Dan Pendidikan, 4(2), 69–81.
Marlina, L. (2024). KIMIA. Kimia Anorganik, 54.
Nalowati, E. (2022). Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia melalui metoda pembelajaran problem based learning pada peserta didik. Teacher: Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 2(1), 58–64.
Petrucci. (2016). Kimia Umum: Prinsip dan Aplikasi Modern. Pearson Education, ((Edisi ke-11)).
Prajawati, L. A., Lepa, A. A., Suaka, Y., Doloksaribu, F., & Jenmau, S. (2025). Analisis kecerdasan emosional peserta didik dalam pembelajaran kimia pada emosi sedih, malu, dan cinta kelas xi-1 di sma sentani. Papua Journal of Chemical Education, 1(2), 66–075.
Qomaria, N., & Wulandari, A. Y. R. (2022). Pengembangan keterampilan kolaboratif siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan ethno-steam project konteks pesapean. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(2), 1306.
Rospitasari, F., Lepa, A. A., Albaiti, A., & Jenmau, I. S. (2025). Papua Journal of Chemical Education (PJCE) Tingkat emosional peserta didik pada pembelajaran kimia di salah satu SMAN di Jayapura. Papua Journal Of Chemical Education, 1(1), 2.
Sabililah, N. K. (2023). Pengaruh Penggunaan Video Interaktif (Edpuzzle) Sebagai Media Belajar Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Materi Chemical Formulae and Equations. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Schunk, D. H., Pintrich, P. R., & Meece, J. L. (2012). Motivasi dalam pendidikan: Teori, penelitian, dan aplikasi. Jakarta: PT. Indeks.
Silberberg. (2009). Buku Panduan Solusi Siswa untuk Mendampingi Kimia: Sifat Molekuler Materi dan Perubahan.
Slavin, R. E. (2016). Pembelajaran berdasarkan cooperative.
Sudjana, N. (2010). Penilaian hasil proses belajar mengajar.
Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah: Wawasan baru, beberapa metode pendukung, dan beberapa komponen layanan khusus.
Susanti, S. (2017). Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pembelajaran Kimia di MA Pembangunan UIN Jakarta. Jakarta: FITK UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.
Uno, H. B., & Mohamad, N. (2022). Belajar dengan pendekatan PAILKEM: pembelajaran aktif, inovatif, lingkungan, kreatif, efektif, menarik. Bumi Aksara.
Utami, A. T. (2025). Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Koloid. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



