Peran Bakat Kognitif dalam Pembelajaran Sistem Periodik Unsur: Studi pada Siswa SMA di Jayapura
Kata Kunci:
Bakat, Kemampuan kognitif, Pembelajaran Kimia, Sistem Periodik UnsurAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bakat sebagai faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran kimia pada materi sistem periodik unsur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 32 siswa kelas X salah satu SMA Negeri di Jayapura. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan tes bakat yang meliputi bakat verbal, numerikal, skolastik, mekanik, abstrak, serta kecepatan dan ketelitian klerikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa mencapai nilai di atas KKM (70), namun variasi hasil belajar tidak selalu sejalan dengan profil bakat. Bakat abstrak, skolastik, dan ketelitian klerikal menunjukkan kontribusi lebih signifikan terhadap hasil belajar dibandingkan bakat verbal, numerikal, dan mekanik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan belajar kimia ditentukan oleh kesesuaian antara jenis bakat dan karakteristik materi pembelajaran.
Unduhan
Referensi
Aini, N., & Rahmawati, Y. (2023). The role of cognitive ability in chemistry learning achievement among senior high school students. Journal of Chemical Education, 100(4), 1523–1531.
Binanga Nasution; dkk. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian Bidang Pendidikan (Yayan Agusdi, Ed.; 1st ed.). PT. Sonpedia Publishing Indonesia. www.buku.sonpedia.com
Fitriani, D., & Suryadi, A. (2024). Students’ abstract thinking skills in understanding periodic table concepts. Jurnal Pendidikan Ki(Rospitasari et al., 2025)mia Indonesia, 8(1), 45–53.
Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). Keterlibatan di Sekolah: Potensi Konsep dan Keadaan Bukti. 74(1), 59–109.
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. New York, NY: Basic Books. Tersedia pada: https://archive.org/details/framesofmindtheo00gard
Prajawati, L. A., Lepa, A. A., Suaka, Y., Doloksaribu, F., & Jenmau, S. (2025). Analisis kecerdasan emosional peserta didik dalam pembelajaran kimia pada emosi sedih, malu, dan cinta kelas xi-1 di sma sentani. Papua Journal of Chemical Education, 1(2), 66–075.
Rospitasari, F., Lepa, A. A., Albaiti, A., & Jenmau, I. S. (2025). Papua Journal of Chemical Education (PJCE) Tingkat emosional peserta didik pada pembelajaran kimia di salah satu SMAN di Jayapura. Papua Journal Of Chemical Education, 1(1), 2.
Sardiman, A.M, (2014). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Tersedia pada: https://scholar.google.com/scholar?q=Slameto+Belajar+dan+faktor
Sternberg, R. J. (2012). Cognitive psychology (6th ed.). Belmont, CA: Wadsworth. Tersedia pada: https://archive.org/details/cognitivepsychol0000ster
Suryabrata, S. (1984). Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.
Sweller, J. (2020). Cognitive load theory and educational technology. Educational Technology Research and Development, 68(1), 1–16. https://doi.org/10.1007/s11423-019-09701-5 Tersedia pada: https://link.springer.com/article/10.1007/s11423-019-09701-5
Taber, K. S. (2013). Revisiting the chemistry triplet: Drawing upon the nature of chemical knowledge and the psychology of learning to inform chemistry education. Chemistry Education Research and Practice, 14(2), 156–168. https://doi.org/10.1039/C3RP00012E. Tersedia pada: https://pubs.rsc.org/en/content/articlepdf/2013/rp/c3rp00012e
Tümay, H. (2016). Reconsidering learning difficulties and misconceptions in chemistry: Emergence in chemistry and its implications for chemical education. Chemistry Education Research and Practice, 17(2), 229-245. https://doi.org/10.1039/C6RP00008H
Wijaya, R., & Putri, M. (2025). Cognitive load and chemistry learning difficulties in secondary education. International Journal of Science Education, 47(2), 210–225.

