Keanekaragaman Lamun di Perairan Pantai Ketapang Lombok Barat

Penulis

  • Muh Fahruddin Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu. Pernek. Kecamatan moyo Hulu, Kab. Sumbawa. Nusa Tenggara Barat
  • Muhammad Haikal Abdurachman Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu. Pernek. Kecamatan moyo Hulu, Kab. Sumbawa. Nusa Tenggara Barat
  • Adi Suriyadin Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu. Pernek. Kecamatan moyo Hulu, Kab. Sumbawa. Nusa Tenggara Barat
  • Heri Murtawan Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu. Pernek. Kecamatan moyo Hulu, Kab. Sumbawa. Nusa Tenggara Barat
  • Bagus Dwi Hari Setyono Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Jln. Pendidikan No. 37. Mataram. Nusa Tenggara Barat.
  • Ardyen Saputra Program Studi Budidaya Perikanan PSDKU Kabupaten Lombok Utara, Universitas Mataram
  • Anita Prihatini Ilyas Program Studi Budidaya Perairan, Program Vokasi PSDKU Kabupaten Bima, Universitas Mataram.

DOI:

https://doi.org/10.31957/acr.v5i2.2506

Abstrak

Research on the diversity index, uniformity, and dominance of seagrass in Ketapang waters was carried out in November 2021. The method used in this study was a direct field experiment using a quadrant transect measuring 50x50 cm. The results showed that there were four types of seagrasses, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, and Halophila ovalis. Seagrass species C. rotundata is the type found at each observation station, so it can be said that this species can live well in the characteristics of Ketapang waters. The average diversity index, uniformity, and dominance of seagrass species in Ketapang waters were dominated by C. rotundata and E. acoroides.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Muh Fahruddin, Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa. Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu. Pernek. Kecamatan moyo Hulu, Kab. Sumbawa. Nusa Tenggara Barat

Departemen Ilmu Perikanan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati

Referensi

Azkab, M.H. 1999. Pedoman inventarisasi lamun. Oseana 24(1): 1-16.

Bakus, G.J. 2007. Quantitative Analysis of Marine Biological Communities. Field Biology and Environment. John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.

Bengen, D.G. 2003. Struktur dan Dinamika Ekosistem Pesisir dan Laut (Power Point). Disajikan pada perkuliahan: Analisis Ekosistem Wilayah Pesisir dan Lautan. Prog. Studi SPL. IPB, Bogor.

Brower, J.E., Zar, J.H dan Ende, C.V. 1990. Field and Laboratory Methods for General Ecology. Wm.C. Brown Publisher, USA.

Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting dan Sitepu, M.J. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT . Pradnya Paramita. Jakarta.

Duarte, C.M. 2002. The future of the seagrass meadows. Environ. Conser. 29:192-206.

Hartati, R., Djunaedi, A, Hariyadi dan Mujiyanto. 2012. Struktur komunitas padang lamun di perairan Pulau Kumbang, Kepulauan Karimunjawa. Ilmu Kelautan 17(4): 217-225.

Herliandi. 2011. Keanekaragaman, Sebaran, dan Karakteristik Lamun di Pantai Sancang, Kab. Garut. Skripsi Program Studi Biologi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Hogarth, P. 2007. The Biology of Mangroves and Seagrasses, 2nd edition. Oxford University Press. New York. 273 pp.

Hutomo, M dan Nontji, A. 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. COREMAP - CTI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

Latuconsina, H, M. N. Nessa dan RA. Rappe. 2012. Komposisi Spesies Dan Struktur Komunitas Ikan Padang lamun Di Perairan Tanjung Tiram-Teluk Ambon Dalam. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol.4 No.1. Hal 35-46.

Lefaan, P.T. 2008. Kajian Komunitas Lamun di Perairan Pesisir Manokwari. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. COREMAP-CTI. Jakarta.

Purnomo, X.K. 2017. Keanekaragaman spesies lamun pada beberapa ekosistem padang lamun di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Sem. Nas. Masy. Biodiv. Indon. 3:236-240.

Romimohtarto, K dan Juwana, S. 2007. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut. Djambatan, Jakarta.

Seddon, S., Connolly, R.M and Edyvane, K.S. 2000. Large-scale seagrass dieback in Northern Spencer Gulf, South Australia. Aquatic. Bot. 6: 297-310.

Syamsurial. 2011. Studi Beberapa Indeks Komunitas Makrozobentos di Hutan Mangrove Kelurahan Coppo Kabupaten Baru. Skripsi. Program Studi Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Makasar.

Takaendengan, K., dan Azkab, M.H. 2010. Struktur komunitas lamun di Pulau Talise, Sulawesi Utara. Oseanologi dan Limnologi. 36(1): 85 95.

Tangke, U. 2010. Ekosistem padang lamun (manfaat, fungsi dan rehabilitasi). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan UMMU-Ternate) 3(1): 9-29.

Thangaradjon, T., Sridhar, R., Senthilkumar, S and Kanamnau, S. 2007. Seagrass resources assessment in the Mandaparn Coast of the Gulf of Mannar Biosphere reserve, India. Applied Ecol. And Environ. Res. 6(1): 139-146.

Tishmawati, R.N.C., Suriyanti dan Ain, C. 2014. Hubungan kerapatan lamun (seagrass) dengan kelimpahan syngnathidae di Pulau Panggang Kepulauan Seribu. Management of Aquatic Resources Journal, 3(4), 147-153.

Yunitha, A., Wardiatno, Y., dan Yulianda, F. 2014. Diameter Substrat dan Jenis Lamun di Pesisir Bahoi Minahasa Utara: Sebuah Analisis Korelasi. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol.19 No.3. Hal 130-135.

Diterbitkan

2022-12-31