Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Mangrove Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor

Penulis

  • Kristhopolus K. Rumbiak Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua
  • Korinus Rejauw Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA Universitas Cenderawasih. Jln. Kamp. Wolker. Waena. Papua
  • Lisiard Dimara Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan UNCEN

DOI:

https://doi.org/10.31957/acr.v6i2.3514

Kata Kunci:

Urfu Bay, Mangrove Ecosystem, Biak Numfor Regency

Abstrak

Urfu Bay is a relatively new marine tourism destination and quite a favorite among the people of Biak Numfor. The Tourism Awareness Group (POKDARWIS) of Urfu Village is developing mangrove tourism. At the same time, scientific data is not yet available on the area's suitability level and the environment's carrying capacity for mangrove tourism activities. Hence, this research must be carried out to support the sustainable management of Urfu Bay mangrove tourism. The objectives of this study are: (1) knowing the tourism suitability index (IKW); and (2) knowing the carrying capacity of the Urfu Bay mangrove ecosystem (DDK). The study time is six months, which is April to September 2023. This research is located in the mangrove ecosystem of Urfu Bay, Biak Numfor Regency. The research method used is a survey, while random sampling techniques, observation, interviews, and literature studies carry out data collection. The results showed that the mangrove ecosystem of Urfu Bay: (1) Very suitable as a mangrove tourism area with a tourism suitability index (IKW) value of 2.85; and (2) Has an Area Carrying Capacity (DDK) of 381 people per day. This study concludes that the mangrove ecosystem of Urfu Bay is very suitable and prospective for developing mangrove tourism.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alfira, R. 2014. Identifikasi potensi dan strategi pengembangan ekowisata mangrove pada kawasan suaka margasatwa mampie di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Skripsi Sarjana FIKP UNHAS, Makassar.

Andayani, A., Hadie, W., dan Sugama, K. 2018. Daya dukung ekologi untuk budidaya ikan kakap dalam keramba jarring apung, studi kasus di perairan Biak Numfor. Jurnal Riset Akuakultur, Volume 13 (2), hal. 179-189.

Armos, N. H. 2013. Studi Kesesuaian Lahan Pantai Wisata Boe Desa Mappakalompo Kecamatan Galesong Ditinjau Berdasarkan Biogeofisik. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Makassar. 78 hal.

Bahar, A dan Tambaru, R. 2018. Analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata bahari di Kabupaten Polewali Mandar. Ilmu Kelautan dan Perikanan, UNHAS. Makasar.

Dimara, L. dan Renyoet, A. 2020. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Bahari Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor. Acropora Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 3(2): 43-49.

Effendi. H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan

Perairan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

English, S., Wilkinson, C., and Baker, V. 1997. Survey Manual for Tropical Marine Resources, 2nd Edition. Australian Institute of Marine Science, Townsville Mail Centre, Qld, 4810 Australia. 390 pp.

Fachrul, MF. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta. Bumi Aksara.

Fitriana, D., Johan, Y., dan Person, PP. 2016. Analisis kesesuaian ekowisata mangrove Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano, 1(2): 64-73.

Hutabarat, D. B. 2009. Perbedaan stres dan coping Stres antara laki-laki dan perempuan

dalam menghadapi kemacetan lalu-lintas. Psibernetika, Vol (01), 68-87.

Johan, Y. 2016. Analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi, Provinsi Lampung. Depik, 5(2): 41-47.

Juliana, Sya’rani L., dan Zainuri M. 2013. Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Bahari di Perairan Bandengan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 11 (1), 1-7.

Kustanti A. 2011. Manajemen Hutan Mangrove. IPB Press. Bogor.

Nazir, M. 2009. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Nugraha, H.P., Indarjo A., dan Helmi M. Studi Kesesuaian dan Dya Dukung Kawasan untuk Rekreasi Pantai di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Journal of Marine Research, 2 (2), 130-139.

Ramadhan, S., P. Patana, Z.A. Harap. 2014. Analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan

Wisata Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Makalah. Departemen Managemen

Sumberdaya Perairan. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Sudiarta, M. 2006. Ekowisata hutan mangrove: Wahana pelestarian alam dan pendidikan lingkungan. Jurnal Manajemen Pariwisata, 5(1):1-25.

Sugiyono, 2012. Metode penelitian kuantitatid, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). CV.Alfabeta. Bandung.

UNESCO. 2009. Ekowisata: Panduan dasar pelaksanaan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Selatan. Akses melalui laman https://www.academia.edu/12102649/Ekowisata_panduan_dasar_pelaksanaan_2009.

Wahyuni, S., Bambang S., dan Boedi H. 2015. Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. DIPONEGORO Journal of Maquares, 4(4): 66-70.

Warpani S.P. dan Warpani I.P. 2007. Pariwisata Dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: ITB Press.

Widoyoko, SEP. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Pustaka Pelajar Jakarta.

Yulianda, F. 2007 Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Disampaikan pada seminar Sains pada Departemen MSP, FPIK IPB.

Yulianda, F. 2019. Ekowisata perairan suatu konsep kesesuaian dan daya dukung wisata bahari dan wisata air tawar. Bogor: IPB Press.

Diterbitkan

2023-12-22