Pengaruh Kebijakan Pemerintah Daerah tentang Kearifan Lokal Penggunaan Noken Bagi ASN terhadap Produktivitas dan Penghasilan Mama Papua Pengrajin Noken di Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika

Authors

  • Hasan Basri Umar Universitas Cenderawasih
  • Andreas Alua Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.56076/jkesp.v12i1.5484

Abstract

This study aims to analyze the influence of local government policy regarding the cultural wisdom of noken usage by civil servants (ASN) on the productivity and income of mama-mama Papua—women artisans who craft noken—in Mimika Baru District, Mimika Regency. The background of this study stems from the dual effort to preserve local cultural heritage and to empower the economic capacity of communities, especially Papuan women, through the traditional craft of noken, which has been recognized by UNESCO as an intangible cultural heritage of humanity. This research employed a quantitative method with a survey approach, involving 35 respondents selected through accidental sampling from an estimated total population of 350 artisans. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, and analyzed using Path Analysis with the support of SPSS software. The findings indicate that the policy of noken use among ASN has a positive and significant effect on both the productivity and income of artisans. The path coefficient was 0.3524 for productivity and 0.2846 for income, with p-values of 0.0379 and 0.0442 respectively, at a 95% confidence level. These results show that the policy’s implementation effectively increases demand for noken products, which in turn encourages greater production, improved quality, and higher selling prices. Nevertheless, most artisans remain within the low-income category, with over 54% earning less than IDR 1,450,000 per month. Challenges such as limited market access, a lack of young artisan regeneration, and insufficient training persist. Therefore, this study recommends strengthening the policy with an integrated approach that includes entrepreneurship training, digital marketing, and the development of accessible sales and distribution facilities. It is hoped that this research will contribute to policymaking aimed at enhancing the role of the creative economy in local development rooted in cultural wisdom.

Keywords: Government Policy, Noken, Productivity, Income, Mama-Mama Papua, Economic Empowerment, Local Wisdom

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.

Basuki, A. T., & Yuliadi, I. (2015). Pengantar Ekonometrika: Teori dan Aplikasi. Malang: UMM Press.

Beattie, B. R., & Taylor, C. R. (1985). The Economics of Production. Wiley.

Boediono. (1999). Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE.

Darmaningrum, I., Suharti, L., & Purnomo, D. (2023). Inovasi dan ekonomi kreatif sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia, 2(1), 15–28.

Dedeh, N., & Ruth, N. (2019). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Bandung: CV Alfabeta.

Dharma, K., & Dwi, Y. (2005). Pengantar Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Andi Offset.

Dubina, I. N., Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. J. (2012). Creativity economy and a crisis of the economy? Coevolution of knowledge, innovation and creativity. Journal of the Knowledge Economy, 3(1), 1–24.

Edi, S. (2014). Pemberdayaan Masyarakat: Pengantar pada Pemikiran dan Pendekatan Praktis. Jakarta: Kencana.

Fauzi, A. (2012). Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengentaskan Kemiskinan. Jakarta: UI Press.

Firnanda, R., Sari, A. D., & Fadilah, M. (2025). Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan lokal. Jurnal Pembangunan Sosial Ekonomi, 13(1), 41–53.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ginandjar, K. (n.d.). Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dalam Perspektif Nasional. Jakarta: Bappenas.

Habib, M. (2021). Reorientasi pembangunan masyarakat berbasis pemberdayaan. Jurnal Ekonomi dan Sosial Humaniora, 5(2), 120–134.

Hasan, A. (2018). Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan. Yogyakarta: Deepublish.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2019). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Jakarta: IAI.

Imani, M., Hidayati, T., & Suryana, R. (2023). Ekonomi kreatif dan perkembangannya di Indonesia. Jurnal Ekonomi Inovatif, 7(2), 89–96.

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2018). Intermediate Accounting (16th ed.). Wiley.

Lamalewa, S., & Kore, E. (2020). Pemberdayaan masyarakat pengrajin noken di Kabupaten Merauke. Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 45–52.

Lefaan, M. A. (2022). Filsafat noken Papua sebagai dokumen budaya. Jurnal Sosial Budaya Papua, 10(2), 77–84.

Leuhery, H., Tuapattinaya, J., & Sapulette, M. (2023). Pengaruh pemberdayaan ekonomi terhadap pengentasan kemiskinan. Jurnal Sosial Ekonomi Indonesia, 8(1), 55–63.

Marit, Y., & Warami, F. (2018). Komunitas noken Papua sebagai industri kreatif. Jurnal Antropologi Papua, 6(2), 88–98.

Mashudi. (2017). Pengaruh pemberdayaan ekonomi dan sosial terhadap pendapatan masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 9(1), 45–53.

Metanfanuan, F., Sopacua, L., & Masela, E. (2021). Peran teknologi dalam pengembangan ekonomi kreatif. Jurnal Ekonomi dan Teknologi, 3(2), 45–56.

Muniarty, R., Nugroho, H., & Wibowo, R. (2021). Peran kreativitas dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Jurnal Ekonomi Inovatif, 5(1), 20–29.

Nikolai, L. A., Bazley, M. J., & Jones, J. P. (2010). Intermediate Accounting (11th ed.). Cengage Learning.

Noor, A. (2011). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Pekei, T. (2013). Noken: Warisan Budaya Papua. Jayapura: Yayasan Noken Papua.

Pratiwi, N. M. (2025). Kebijakan budaya sebagai strategi pemberdayaan masyarakat Papua. Jurnal Administrasi Publik dan Budaya, 9(1), 33–44.

Rauch, A. (2020). Entrepreneurship theory: Past, present and future. Journal of Small Business Management, 58(3), 487–499.

Sapra, R., Manikandan, S., & Singh, S. (2015). Innovation in the creative industries. International Journal of Innovation Science, 7(2), 109–117.

Sawir, F., Tambingon, H., & Koibur, R. (2021). Nilai sosial dan budaya noken di Papua. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 67–74.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharto, E. (2010). Pembangunan, Pemberdayaan, dan Teori Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sukarmijan, S. S., & Sapong, O. (2014). Intellectual property in creative economy. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 115, 630–638.

Suryana, D., Hidayat, A., & Mulyana, A. (2022). Pengaruh pemberdayaan terhadap ekonomi masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 11(1), 29–35.

Ula, F., Suparmi, & Waromi, M. (2023). Tantangan pelestarian budaya noken di Kabupaten Tambrauw. Jurnal Budaya dan Masyarakat Papua, 4(1), 56–69.

Vuspitasari, D. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 8(2), 34–41.

Wahyuningsih, E., & Satriani, T. (2019). Peran ekonomi kreatif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia, 3(1), 12–23.

Wilson, R. (2010). The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. Penguin UK.

Zapapua, Y. (2015). Kebijakan Budaya dan Pelestarian Noken di Papua. Timika: Dinas Kebudayaan Mimika.

Downloads

Published

2026-04-23

How to Cite

Umar, H. B., & Alua, A. (2026). Pengaruh Kebijakan Pemerintah Daerah tentang Kearifan Lokal Penggunaan Noken Bagi ASN terhadap Produktivitas dan Penghasilan Mama Papua Pengrajin Noken di Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika . Jurnal Kajian Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 12(1). https://doi.org/10.56076/jkesp.v12i1.5484

Issue

Section

Articles